• Hubungi Kami(024) 8663374
  • Login

Praktik Sederhana Meningkatkan Pemahaman Siswa

ARTIKEL ILMIAH KARYA IBU MUNASIFAH, S.Pd (GURU KELAS II SDN TAMBAKAJI 02)

Praktik Sederhana Meningkatkan Pemahaman Siswa

Pada anak usia kelas rendah, terutama kelas dua, yang membaca dan menulispun terkadang masih ada yang belum bisa dan belum lancar, menuntut kita sebagai guru harus benar-benar bisa mencari metode yang tepat untuk bisa mengajak siswa memahami apa yang guru ajarkan. Terutama dalam pembelajaran tentang sifat-sifat benda yang merupakan materi yang ada dalam tema 2 di kelas dua.

Materi ini sangat penting untuk dikuasai siswa agar siswa tahu cara memperlakukan benda-benda yang ada di sekitar. Menurut pengelompokannya benda-benda digolongkan menjadi tiga, yaitu benda padat, cair, dan gas. Ketiganya tentu memiliki sifar- sifat yang berbeda.

Untuk mengajarkan hal ini, guru harus mencari metode yang tepat agar siswa bisa memahami apa yang akan siswa pelajari serta maksud dan tujuannya mempelajari materi tentang sifat-sifat benda tersebut.

Mempelajari materi sifat-sifat benda diusahakan menggunakan metode eksperimen atau mempraktikkan secara langsung, agar siswa melihat dan bisa membedakan benda-benda yang sedang dicermati.Menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (1999: 157) menjelaskan bahwa Metode Eksperimen atau percobaan adalah suatu cara belajar mengajar dimana siswa aktif mengalami dan membuktikan secara langsung proses serta hasil dari percobaan itu.

Kegiatan eksperimen sederhana memanfaatkan benda- benda yang dapat dijumpai siswa sehari- harinya. Contohnya buku (benda padat), air (benda cair), udara dalam balon (benda gas). Guru mengadakan eksperimen untuk menguji ketepatan proses dan hasil yang diperoleh siswa. Siswa bergantian mengamati dan mempresentasikan hasil pengamatannya dengan bahasa yang sederhana tentunya.

Tak lupa guru menyampaikan penguatan dan kesimpulan terkait materi yang dipelajari bahwa Setiap jenis benda mempunyai sifat yang membedakannya dari jenis benda lain. Benda yang berwujud padat memiliki bentuk yang tetap. Siswa dapat memegangnya maupun memindahkannya tanpa mengubah bentuk aslinya. Namun bentuk benda padat dapat berubah jika diberikan perlakuan fisik seperti menggunting, melipat, atau menyobek.
Benda yang berwujud cair  contohnya air. Benda cair biasanya disimpan dalam sebuah wadah seperi botol, gelas, ataupun bak. Ketika benda cair itu dipindahkan, ia akan berubah mengikuti wadahnya. Wujud benda yang lain adalah gas. Benda gas memiliki sifat mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya. Misalnya kita meniup, maka dapat membuat sebuah balon mengembang.

Pada praktik sederhana yang dilakukan siswa kelas dua SDN Tambakaji 02 menunjukkan hasil yang sesuai harapan. Dengan mempraktikkan secara langsung, walaupun dengan menggunakan alat dan bahan secara sederhana, anak-anak terlihat senang dan gembira bisa membedakan sifat-sifat benda cair dan benda padat. Apabila siswa senang dalam belajar maka dapat membuat pembelajaran siswa menjadi bermakna dan bukan hanya berbasis hafalan saja. Melalui penerapan metode eksperimen ini siswa diharapkan dapat menguasai materi tentang sifat- sifat benda.Melihat anak-anak senang dengan hasil kerjanya, membuat bahagia guru.